Sabtu, 09 Juli 2011

Faith and modesty

Meski manusia sebutanmu juga sebutanku,
Anda bukan saya,
Saya bukan Anda.
Mereka bukan kita,
Kita bukan mereka.
Kalian bukan kami,
Kami bukan kalian.


Meski asa pilihanmu juga pilihanku,
Pikirmu bukan pikirku,
Pikirku bukan pikirmu.
Ragamu bukan ragaku,
Ragaku bukan ragamu.

Meski norma aturanmu juga aturanku,
Ucapmu bukan ucapku,
Ucapku bukan ucapmu.
Pembedamu bukan pembedaku,
Pembedaku bukan pembedamu.

Meski rahasia tetap ada selamanya,
Laramu juga laraku.
Laraku bukan laramu.
Sukamu adalah doaku,
Sukaku juga sukamu.

Meski Tuhanmu adalah Tuhanku,
Waktuku bukan waktumu dan sebaliknya.
Astaghfirullahaladzim 3x.

Sungai Kahayan 04-Syawal-2009
Albert M Sholeh

Rabu, 27 April 2011

Lokalisasi Untuk Anjal dan Gepeng




Banyaknya berbagai kasus dan isu yang berhembus dan beredar di negeri tercinta ini sejenak seolah-olah membuat pemerintah sedikit lupa dengan permasalahan penting, anjal (anak jalanan) dan gepeng (gelandangan dan pengemis). Menghitung jumlah atau mendatanya saja pemerintah kesulitan, apalagi menguranginya. Mendata dan memelihara 100 anjal dan gepeng dalam satu rumah tentu tidaklah sesulit seperti menghitung 10 anjal dan gepeng yang menyebar di setiap perempatan, kolong jembatan dan emperan toko.

Teringat tahun 2003 lalu, saat saya tinggal di Surabaya dalam rangka on the job training, saya dengan seorang teman saya sengaja keluar malam dan tidak tidur di kontrakan, memang pada saat itu kami memilih lokasi di Keputran tepatnya di jembatan penyeberangan di depan pasar. Kami tidur ala kadarnya di situ, bersama anjal dan gepeng, mujur tidak ada grebekan / obyakan / razia penertiban. Bisa jadi karena mereka sudah terbiasa dan tidak punya tempat tinggal (kecuali di emperan toko, kolong jembatan) yang membuat anjal dan gepeng tetap menikmati tidurnya. Selang sekitar tiga puluh menit kami tidak bisa tidur, rokok habis, adem pisan. Kemudian kami turun dan bergeser seratus meter menuju warung tenda yang masih tutup, beruntungnya ada kursi kayu panjang yang bisa kami buat untuk membaringkan punggung, meskipun tetap tidak bisa tidur. Sekitar pukul 2.30 WIB waktu setempat, kulit saya nampaknya mulai kebal oleh gigian nyamuk sehingga saya dapat menikmati ngantuk berat, sesaat tertidur, DukDukDuk… “he, tangi,!! Bedake kate ak toto (bangun, warungnya mau saya buka)”. Walhasil, kami hanya duduk2 di pinggiran deretan warung tepat berada di gang antara 2 Gedung Tower tinggi, BRI dan HYATT hotel (dulu, kini sudah berganti nama dan fungsi).

Sedikit cerita diatas tentunya dapat dijadikan alasan seandainya ada perumahan atau wadah semacam penampungan untuk menghimpun dan mendidik mereka. dalam pemahaman bahwasannya anjal dan gepeng jelas terpaksa dan sudah terbiasa sehingga mereka dapat menjalani life style mereka.

Bukannya PSK mendapatkan fasilitas hidup yang layak di negeri ini, bagaimana dengan anjal, apa yang membedakan?

Memang benar, pemerintah yang berwenang sedikit kesulitan dalam mendata dan menghimpun mereka, pasalnya ada juga Pengemis dan atau Anjal yang jadi-jadian, malam mereka pulang kerumah masing-masing dan paginya mereka turun ke jalan untuk menuai rezeki karena memang menjadi gepeng dan anjal adalah profesi. Bisa dijamin seandainya ada Lokasi untuk mereka, dan hanya benar-benar anjal dan gepeng yang tinggal, tidak akan ada anjal dan gepeng palsu yang masuk, ambil contoh kami yang sudah mencoba tidur di rumah mereka, jembatan dan emperan toko. Kita tentunya memahami bahwa Lokasi atau Rumah penampungan buat mereka adalah Hak mereka.
Sudah pasti bahwasannya ‘fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara’. Oleh karena itu, lokalisasi yang dibangun seandainya tidak hanya diperuntukkan untuk menghimpun PSK misalnya, tetapi juga bagi anjal dan gepeng, hal itu tentu saja membuat sedikit girang karena mereka mempunyai hunian baru dan gratis. Juga, Satpol PP dapat melakukan tugas lain karena tidak terlalu sibuk memburu dan menertibkan anjal dan gepeng.

Pameran Pembangunan dan Promosi Daerah

Pameran Pembangunan dan Promosi Daerah yang merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam rangka HUT ke-8 Kabupaten Pulang Pisau akan mulai digelar pada tanggal 14-21 juli. Bertempat dilapangan Handep Hapakat Pulang Pisau. Dalam penyelenggaraan Pameran tahun ini digelar agak berbeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, sebab tahun 2010 ini Pemkab Pulang Pisau menginginkan kualitas penyelenggaraan pameran bertambah baik dan meningkat setiap tahunnya.

Beberapa oerbedaan itu antara lain adalah penyediaan stand hingga pengelolaannya yang dikelola langsung oleh pihak panitia. Namun untuk pengelolaan pasar malam diserahkan kepada kecamatan Kahayan Hilir untuk mengelolanya termasuk untuk penanganan pedagang kaki lima yang menjaja dagangannya di sekitar lokasi pameran.

Pihak panitia selaku penyelenggara akan memasang stand ukuran 4 x 6 meter dan diwajibkan pengguna untuk menebus seharga Rp 3 juta dan untuk stand yang berukuran 4 x 4 meter ditebus dengan harga Rp 2 juta.

Tujuan penyelenggaraan pameran tersebut adalah selain sebagai sarana daerah untuk menampilkan produk dan jasa layanan public, potensi, peluang investasi, industri, perdagangan, pariwisata, dan produk unggulan daerah yang dihasilkan oleh para pelaku dunia usaha/bisnis dan kemitraan UMKM binaan pemerintah dan BUMN, gelar seni budaya, kuliner, panggung hibura rakyat serta pasar malam.

Jumat, 02 Juli 2010

Proses

Halaman ini akan berisi berbagai Link berita-berita terkini.

News Updater

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons